Dalam dunia memasak, rempah-rempah adalah kunci utama yang tak boleh dilewatkan. Mulai dari jahe, lengkuas, kunyit, kencur, daun salam, hingga serai, semuanya mampu menghadirkan aroma dan cita rasa khas pada masakan. Bahkan, untuk semangkuk sayur sop sekalipun, seiris jahe bisa menjadi sentuhan kecil yang membuatnya semakin sedap. Tak disangka, hasilnya benar-benar menggugah selera.
Menariknya, banyak rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur yang tergolong rimpang, ternyata mudah dibudidayakan sendiri. Apalagi jika saat penyimpanan mulai bertunas, jangan buru-buru dibuang. Justru ini kesempatan emas untuk menanamnya kembali. Jika sudah tumbuh subur, tak hanya akarnya yang bisa dimanfaatkan, tetapi daunnya juga bisa menjadi tambahan bumbu masakan. Yuk, simak cara mudah menanam rempah-rempah agar dapurmu semakin kaya rasa.
1. Cari bibit rimpang
Mempersiapkan bibit rimpang yang sudah tua akan memudahkan tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Pilih bibit rimpang yang berusia tua, yaitu dari rimpang berusia sekitar 9-10 bulan.
Jika sulit didapat, belilah rimpang segar lalu rendam di dalam air hangat semalaman. Setelah itu, potong bibit sebesar 2-3 jari atau 3-5 cm, lalu simpan hingga bertunas di tempat lembap tapi tidak basah, ya. Hindari juga sinar matahari langsung.
2. Persiapkan tempat penanaman
Tidak perlu khawatir jika kamu tidak punya lahan luas untuk bercocok tanam. Cukup sediakan plastik polybag, pot, atau ember bekas yang tidak terpakai untuk menanam bibit rimpang yang sudah disiapkan.
Tempat untuk menanam ini juga akan memudahkan kamu saat panen nanti, tanpa harus menggali tanah dalam-dalam. Pastikan juga tempat penanaman ini punya cukup lubang di dasarnya agar air sisa penyiraman tidak menumpuk.
3. Persiapkan media penanaman
Untuk media penanamannya, siapkan tanah humus, pupuk kkamung dan sekam. Buat campuran dengan perbandingan 3 ember tanah dan 1 ember pupuk mix sekam. Setelah tercampur hingga gembur, masukkan tanah ke dalam tempat penanaman memenuhi ¾ bagian saja.
4. Tanam dengan benar
Jika bibit, tempat penanaman, dan media sudah siap, kamu tinggal menanam bibit. Masukkan bibit ke dalam tanah. Tempatkan mata tunas bibit di sebelah atas, lalu tutup bibit dengan tanah sepenuhnya. Jika kamu menanam di lahan tanah, beri jarak 20-30 cm diantara tiap bibit rimpang yang ditanam.
5. Penyiraman & perawatan yang tepat
Salah satu hal penting untuk perawatan tanaman rimpang adalah melakukan penyiraman dengan air secukupnya, setiap hari hingga tanaman tumbuh dengan baik. Tapi jangan terlalu banyak, sebab tanaman bisa busuk dan mati.
Jangan lupa untuk menyimpan tanaman di tempat lembap yang terkena sinar matahari langsung. Rajin-rajinlah untuk merawat/membersihkan tanaman dari benalu, baik tanaman liar atau hama.
Sudah siap bercocok tanam? Ohya, karena rimpang-rimpangan ini cukup lama masa panennya, kamu disarankan untuk terus menanam bibit setiap bulannya. Supaya saat tiba waktunya, kamu bisa terus-terusan panen. Tidak khawatir lagi deh dengan stok rimpang segar di dapur.
